Diberdayakan oleh Blogger.
RSS

Contoh Puisi Kontemporer


SENDIRI
sendiri
sendiri itu sepi
sendiri itu sunyi
sendiri itu menderita
sendiri        itu       sedih
kau               dan           aku
aku                dan               dia
sen                     di                     ri

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

4 komentar:

Subastiyan mengatakan...

Thanks ya buat infonya...
mampir juga di blog aq...

Subastiyan mengatakan...

subastiyan.blogspot.com
itu blog aq...

Lia Fidiana mengatakan...

maksih ya subastiyan dah berkunjung keblog aku :)

putra mengatakan...

Waktu ini terus berjalan
Meski perlahan tp pasti
Melenyapkan sebuah kisah
Antara kau dan aku

Terima kasih kuucapkan kepadamu
Yang telah merubah duniaku
Walau akhirnya harus aku yang mengalah kepadanya
Tapi aku takkan pernah menyesal mencintaimu

Perpisahan ini bukanlah sebuah akhir
Namun, ini merupakan sebuah awal
Awal untuk melepasmu
Awal untuk merelakanmu
Dan awal untuk mengenangmu

Puisi Untuk Bapak Sakit | Puisi Twitter Lucu Tapi Bingung | Surat-surat cinta padamu | Puisi Tentang Matahari Dan Gelombang | Puisi Untuk Ibu Tercinta | Puisi Cinta dan Cita Terdampar | PUISI RENUNGAN KISAH SEMUT DAN BATU | PUISI BERSERAKAN | PUISI MEMBACA BAHASA SUNYI | Puisi Cinta Untuk Negeriku Indonesia | Puisi iPhone 5 Punya Saya | 3 Puisi Cinta Rindu Sedih | Mengapa Hanya Kau Beri Luka! Bacalah, | Layu Setangkai Mawar Cidera | 3 Puisi Perpisahan Romantis | Privacy Policy for www.puisina.blogspot.com | Bagai gema-gema panjang yang berhimpun | Betapapun juga: ia itu abadi | Masa yang penuh gairah | SURAT - SURAT CINTA By; Isbedy Stiawan ZS | Nenek tua tersandung ke dalam kematian | Bagai kabut mengambang | Kabut-kabut hari menimpa senja. | aku mau hidup seribu tahun lagi! | Puisi Tentang binatang

Poskan Komentar